얀녕하세요 ^^

얀녕하세요 ^^

Kamis, 18 Oktober 2012

I am Child


Kangen banget ma anak-anak ini, kangen senyum akrab mereka, pelukan manja mereka, rangkulan nakal mereka dan cerita-cerita lucu dari mulut mereka yang mungil. Hmmm, melihat tawa mereka menimbulkan sensasi damai..mungkin sedamai melihat malaikat bersayap:)

Perang Korea


Kemenangan Sekutu atas Italia (Juni 1943) dan Jerman (Mei 1945), telah membangkitkan harapan bangsa Korea untuk mencapai kemerdekaan. Kekalahan Jerman dan tentunya menempatkan Jepang pada posisi yang sulit karena harus berjuang sendiri melawan Sekutu karena Jepang sendiri berada dipihak yang sama dengan Jerman dan Italia. Pemboman kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945 oleh Sekutu, menandai berakhirnya kekuatan Jepang di wilayah Asia.Uni Soviet yang sudah lama mengincar wilayah Korea, bergerak maju dan menduduki daerah Manchuria dan wilayah Korea bagian utara. Amerka Serikat yang tidak menghendaki Uni Soviet menjadi kekuatan baru di wilayah Asia Timur dan menyebarkan paham komunisnya, berusaha mencehag Uni Soviet menguasai wilayah Korea.
Pada tanggal 10-11 Agustus 1945, kedua negara sepakat untuk memebagi wilayah Korea menjadi dua wilayah pendudukan. Korea bgian utara menjadi wilayah kekuasaan pemerintah komunis Uni Soviet, sedangkan bagian selatan dibawah kedudukan Amerika Serikat.Wilayah pendudukan kedua negara dipisahkan oleh garis 38̊ LU. Akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang resmi menyerah kepada Sekutu. Dengan demikian, kekuasaan Jepang di setiap negara negara yang dijajahnya berakhir. Bagi bangsa Korea sendiri hal itu berakhir akhir dari masa perjuangan merebut kemerdekaan yang panjang, setelah selama 35 tahun menderita dibawah penindasan Jepang.
Pada tanggal 8 September 1945, tentara Amerika Serikat mendarat di Inch’on. Pada tanggal 11 September terbentuk pemerintahan yang bernama Pemerintahan Militer Amerika Serikatyang menggantikan Pemerintah Kolonial Jepang. Sementara itu, keberadaan Pemerintahan Sementara Republik Korea yang berada dibawah pimpinan Kim Ku sama sekali tidak diakui oleh Pemerintah Militer Amerika Serikat.
Konferensi Tiga Meneri- Amerika Serikat, Inggris dan Uni Soviet- di Moscow pada bulan Desember 1945, telah memutuskan Korea berada dibawah perwakilan dan pengawasan Sekutu selama lima tahun. Perwakilan dan pengawasan terhadap Korea akan dilakukan oleh pemerintah sementara yang akan didirikan di Korea. Keputusan ini ditentang oleh rakyat Korea yang menginginkan kemerdekaan penuh bagi negaranya.
Para pemimpin perjuangan Korea merasa perlu membentuk Komite Persiapan Kemerdekaan dengan maksud untuk mengatasi kekhawatiran akan hadirnya Sekutu bersama pemerintahan bentukannya di Korea, yang mungkin dapan mengancam kedaulatan Korea. Para pejuang yang beraliran komunis berperan dan berpengaruh besar dalam aktivitas komite itu. Akhirnya, pemimpin nonkomunis mengeluarkan mereka dari keanggotaan komite itu. Hal ini mendorong kelompok komunis untuk membentuk komite yang berbeda haluan, yaitu komite sayap kiri, dan menempatkan posisi mereka sebagai pendukung isi perjanjian Moskow. Pemisahan ini selanjutnya menjadi kendala bagi bangsa Korea untuk mempersatukan kelompok yang beraliran komunis dan nonkomunis.
Untuk mewujudkan isi perjanjian Moskow, Amrika Serikat dan Uni Soviet membentuk komisi Gabungan pada bulan Maret 1946. Pada bulan Mei 1946, perundingan antara kedua negaratersebut mengahadapi jalan buntu. Hal itu disebabkan keduanya memiliki perbedaan pendapat. Uni Soviet menghendaki agar partai politik dan organisasi sosial Korea yang menentang pelaksanaan perjanjian Moskow, tidak diikutsertakan dalam proses perundingan. Sebaliknya, pihak Amerika Serikat bersikeras agara siapa saja dan kelompok apa saja berhak mengajukan pendapat dan turut dalam perundingan. 
Pada bulan Mei 1947, Komisi Gabungan Amerika Serikat dan Uni Soviet berunding kembali, tetapi mengalami kegagalan. Akhirnya, Amerika Serikat mengajukan masalah Korea kepada PBB. Sidang Umum PBB memutuskan bahwa pemilihan umum untuk memilih presiden Korea akan dilaksanakan di Korea di bawah pengawasan Komisi Sementara PBB (UNTCOK). Selain tiu, tentara Amerika Serikat dan Uni Soviet juga akan ditarik segera setelah pemerintahan Korea terbentuk. Namun pemilihan umum ini tidak dapan dilaksanakan di Korea bagian utara karena pihak Uni Soviet yang tidak menyetujui hasil keputusan Sidang Umum tersebut, menghalangi usaha PBB untuk memasuki wilayah utara.
Pemilihan di Korea selatan berlangsung pada bulan Mei 1948 di tengah kekhawatiran beberapa tokoh Korea Selatan akan terjadinya pembagian Semenanjung Korea secara permanen. Dari pemilu itu lahir pemerintahan baru Republik Korea yang berlandaskan sistem demokrasi dan kapitalisme pada tanggal 15 Agustus 1948 dengan Rhee Syngman sebagai presiden pertamanya. Pemilihan umum yang berhasil membentuk Republik Korea itu dibalas oleh Korea Utara dengan mengadakan pemilihan umumnya sendiri pada tanggal 25 Agustus 1948 yang berhasil membentuk Republik Demokrasi Rakyat Korea dengan Kim Il Sung sebagai perdana menterinya. Kedua pemerintahan itu saling mengklaim bahwa mereka satu-satunya pemerintahan yang sah di Semenanjung Korea.
Pada akhir tahun 1948 Uni Soviet mengundurkan diri dari peranannya di Korea Utara dan diikuti oleh Amerika Serikat pada bulan Juni 1949. Mundurnya kedua kekuatan raksasa itu meninggalkan situasi yang sangat panas di Semenanjung Korea. Terbentuknya dua pemerintahan yang berbeda ideologi dan berada di bawah pengaruh dua negara adi kuasa ini memupuskan harapan rakyat Korea untuk mewujudkan suatu bangsa yang merdeka dan bersatu.
Pada bulan januari 1950, Amerika Serikat mengumumkan bahwa wilayah Korea berada diluar wilayah pengawasan militernya. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Korea Utara yang sudah lama menginginkan penyatuan Korea dibawah kekuasaannya untuk menyerang Korea Selatan dan Pada dini hari tanggal 25 Juni 1950, tanpa peringatan atau pernyataan perang, massa tentara Korea Utara melintasi garis batas tiga puluh delapan derajat dan menyerbu ke bawah bagian selatan. Pasukan Republik yang bertempur dengan gagah berani tidak mampu menghadapi kaum Komunis yang bersenjata lengkap dengan tank T-34 Rusia. Pemerintahan terpaksa dipindahkan ke Pusan ​​dan ribuan warga Seoul melarikan diri sebelum serangan komunis sampai pada mereka. Mereka tidak diperiksa sampai mencapai Sungai Naktong di wilayah tenggara dekat Daegu.
Republik Korea langsung melakukan protes ke Sekjen PBB. Sebagai tanggapan, Dewan Keamanan PBB segera mengeluarkan resolusi yang memerintahkan komunis untuk menarik kembali pasukan ke garis batas  tiga puluh delapan derajat dan mendorong semua negara anggota PBB untuk memberi dukungan militer kepada Republik Korea Selatan. Amerika Serikat segera mendatangkan pasukan dan selanjutnya bergabung Kanada, Australia, Filippines dan Turki. Di bawah komando Jenderal Douglas MacArthur mereka mulai  untuk mengambil inisiatif, dan setelah pendaratan kejutan Pasukan militer AS di Inch'on, pada tanggal 28 September 1950 Seoul akhirnya dapat direbut kembali dari cengkraman komunis Korea Utara. Pasukan PBB bahkan dapat memukul mundur pasukan Korea Utara hingga wilayah timur laut Ch’ongjin, Sonch’on dan daerah sungai Yalu di Hyesanjim.
Namun demikian, kemenangan tidak berlangsung lama setelah kejadian tersebut maka mendorong Komunis China untuk turun tangan membantu Korea Utara. Komunis China baru turun tangan pada bulan Oktober. Tentara China muncul dan mengambil alih strategi, kali ini pasukan PBB dipukul mundur sampai ke wilayah Sungai Han bagian selatan danSeoul sekali lagi jatuh ketangan komunis pada tanggal 4 Januari 1951. Para pasukan PBB terpaksa berkumpul kembali dan melancarkan serangan balik yang kembali mengambil Seoul pada 12 Maret tahun yang sama. Serangan pasukan  tersebut berhasil dan Seoul kembali hingga sampai kurang lebih perbatasan tiga puluh delapan derajat, di mana konflik itu dimulai.
Pada titik ini Rusia menyerukan perundingan gencatan senjata, pada awalnya perjanjian gencatan senjata tersebut akan dilakukan di Kaesong pada bulan Juli 1951, namun akhirnya dipindahkan ke P'anmunjom pada bulan November tahun yang sama. Pembicaraan ini pernah diskors dan berlangsung selama lebih dari setahun sebelum perjanjian akhirnya mencapai kesepakatan  pada tanggal 27 Juli 1953. Melawan kehendak Republik Korea, disepakati bahwa masing-masing pihak harus kembali menarik paksa pasukan sampai batas zona demiliterisasi yang mengikuti garis batas pertempuran pada saat gencatan senjata mulai berlaku. Tahanan dipertukarkan dan Komite Pengawasan netral didirikan untuk memastikan bahwa kedua belah pihak mematuhi perjanjian. Pertempuran selama tiga tahun  telah mengakibatkan banyak kehilangan nyawa dan harta dari kedua belah pihak, dan unifikasi telah dianggap hampir mustahil tanpa perubahan radikal dalam situasi dunia.
Walaupun perang Korea hanya berlangsung selama 3 tahun, namun perang tersebut membawa begitu banyak kesensaraan bagi rakyat Korea. Banyak korban tewas dimedan perang dan sejumlah besar rumah, pabrik dan harta benda yang lain hancur. Yang lebih penting perang telah menyebabkan Rakyat Korea mengalamai penderitaan batin kareka harus hidup terpisah dari sanak saudara, saling mencurigai satu sama lain dan rasa kepercayaan itu tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat. Dari catatan PBB sebanyak 150.000 orang tewas, 250.000 orang luka-luka, 100.000 orang diculik oleh komunis, 200.000 orang hilang dan jutaan orang  kehilangan tempat tinggal mereka. Pemimpin komunis tidak bersedia mengungkapkan kerugian yang mereka alami namun besar kemungkinan korban dan kerugian  mereka jauh lebih besar dibandingkan Korea Selatan. Sebanyak empat kali direbut dan diambil kembali , Seoul tergeletak dalam reruntuhan, seperti yang terjadi di sebagian besar kota-kota lain di Korea Selatan. Lebih dari setengah fasilitas industri tidak dapat dipergunakan lagi, banyak jalan dan jembatan hancur dan seluruh desa telah hancur di banyak daerah. Tetapi kerusakan paling parah adalah impian Korea untuk bersatu. Ini bukan hanya masalah yang menjadi perhatian untuk Korea saja, tetapi telah menjadi isu dalam konflik dunia yang dikenal sebagai Perang Dingin. Sekali lagi Korea dipaksa menderita karena benturan kekuasaan yang lebih besar dari kekuasaan Korea itu sendiri.

Han,Woo-Keun. 1994. The History of Korea. Seoul Korea:  Eun-Yoo Publishing Company.
Kim,Chum-Kon. 1973. The Korean War. Seoul Korea: Kwangmyong Publishing Company.
Yang dan Setiawati. 2003. Sejarah Korea: Sejak awal abad hingga masa kontemporer. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Suryo, Djoko dkk. 2005. Sejarah Korea. Yogyakarta: Pusat Studi Korea Universitas Gadjah Mada dengan The Academy of Korean Studies, Korea

Rabu, 03 Oktober 2012

Berasa di Hogward

Ternyata ada tempat se'Hogward' ini dkampus gw..yes!"HATTA CORNER", lokasi: dirahasiakan >,<. koleksi bukunya mungkin lebih tua dari umur gw skg __ __",  Selain nyaman, tempat ini juga sepi dari mahasiswi bergosip& yang paling penting full internet. hohohooooo..